Satu lagi film Indonesia yang kabarnya akan dijegal Lembaga Sensor Film (LSF). Kali ini giliran Nia Dinata (Arisan! Dan Berbagi Suami) yang kena sial. Salah satu film produksinya, sebuah film tentang peristiwa Bom Bali, kemungkinan besar tidak lulus sensor. Menurut seorang sumber, ini hambatan kedua dari pihak otoritas setelah pada awal produksi, film ini tidak mendapatkan izin dari Badan Pembinaan Perfilman Daerah Bali untuk mengambil gambar.
Jika film produksi Kalyana Shira Film ini jadi ditolak, berarti semakin menambah panjang daftar film yang ditolak LSF. Sebelum film ini, film Pocong karya Rudi Soedjarwo juga dilarang tayang. Ada kebetulan persamaan yang menarik dari kedua film ini. Yakni ceritanya sama-sama berangkat dari peristiwa nyata. Jika Rudi terinspirasi oleh tragedi Mei 1998, filmnya Nia terinspirasi tragedy Bom Bali 1.
Nia Dinata lewat film ini mencoba memberi kaca mata lain dalam menyikapi Bom Bali. Karakter Amrozy, Ali Imron, Imam Samudra, dan tokoh lain yang terlibat dalam pengeboman, dihadirkan secara manusiawi dan kaya akan pengembangan karakter.
Namun justru kekayaan inilah yang sepertinya membuat LSF mengeluarkan gunting mautnya. Menurut pandangan LSF, banyak pihak yang akan dirugikan dengan penayangan film ini. Tapi siapa pihak-pihak yang dimaksud? Masyarakat Bali? Bukankah masyarakat Bali dikenal sebagai masyarakat yang terbuka terhadap semua tema dan ekspresi kesenian? Kepolisian? Karena ada adegan Muklas menyuap polisi? Atau ada pihak lain yang tak mau penonton Indonesia membuka mata dan mengarahkan perhatian pada kasus ini? Pihak yang diuntungkan jika tak ada lagi yang peduli dengan keputusan eksekusi Amrozy cs akhir tahun 2006 ini?
Jangan biarkan kebenaran kembali ditutupi. Kirimkan e-mail ke orang-orang yang Anda kenal, dan mari bersama-sama mengawasi keputusan sensor film ini. Jangan lagi mata kita ditutupi. Letakan juga atensi pada pelaksaan eksekusi Amrozi cs. Untuk Indonesia yang lebih baik!
2 comments:
Tuh kan. Ini salah satu alasan kenapa dunia perfilman kita tidak maju-maju. Sedikit2 disensor, padahal DPRD aja pornographynya melalang buana di permukaan indonesia tanpa sensor.
Lho...bisa dapat bocoran filmnya Nia, bisa ngasih tiket gratis nggak?
Kalo masalah LSF (lembaga sensor film) --> udah bukan BSF lagi non!; itu sih hal yg lumrah. Urusan2 seperti itu kan masuk grey area yg masih belum jelas bener salahnya. Kita tunggu aja sampai filmnya muncul.
Post a Comment